Showing posts with label kehidupan. Show all posts
Showing posts with label kehidupan. Show all posts

Wednesday, July 17, 2024

Ditinggal atau meninggalkan

Ada yang ditinggal bapaknya
Ada yang ditinggal Ibunya
Ada yang ditinggal kandungnya
Ada yang ditinggal saudaranya
Ada juga yang ditinggal kawannya

Tapi sepertinya kami yang lebih dahulu meninggalkan mereka
Dengan keadaan bersalah dan dipaksa
Tapi kenapa ketika mereka yang meninggalkan kami,
Terasa sakit, pedih dan ingin menangis sekuat kuatnya

Eh sebentar .... Aku ralat, tidak dengan ditinggal kawan
Kami hanya tertawa dan saling menertawai

Kami berusaha kuat sampai akhir
Sampai kami mampu memperbaiki kesalahan
Dan menjadi manusia yang baik
Walau pun ada yang tidak menyesali dan kembali ke dunia bangsat ini
Hahay ... Kalian bodoh

Saturday, February 10, 2024

Bucket list

This is what Will I do when I get back

Huge my wife, my sons and all of my family
Go to my father grave n pray for him
Go to my teacher grave on my college and also pray
Clean up the mosque and zikir over there, to pray about what I wish
Thats all must I do

And this is what Will I do for my future
1. Do a bussiness as I do before, coz I already expert on the (maybe) 😁.
2. Do a trading on stock marker
3. Write A story on A book
4. Make A content looking for the same circle

Nak

Nak...

Lakukan yang kau mau
Cintai apa yang akan kau lakukan
Bertanggung jawablah atas segala resiko yang kau pilih

Pinta Bapak hanya ini
Patuhi aturan agama
Taati perintahnya
Dan jauhi larangannya
Maka pelajarilah

Kami tak bisa mengatur mu
Dunia tak kan menggoyahkan mu
Orang lain hanya akan mengomentari
Menghindarlah dari hawa nafsu
Jangan biarkan menguasai mu

Nak...
Kami akan selalu bersama mu

Sunday, November 19, 2023

Rindu Dikala Ramai

Hampir setiap selesai ibadah ku lantunkan doa untuk mu
tak perduli akan hasil
yang terpenting aku tunjukkan bahwa aku berbakti
tak perlu membicarakan masa lalu
yang aku tau aku adalah anak mu
kan ku tunjukkan rasa baktiku.

Tapi sayang seribu sayang
seharusnya aku kini menggantikan mu
baik dalam hal memimpin atau memberikan nafkah
tapi itu semua harus tertunda
aku di sini
dalam keramaian yang tetap terasa sepi
Hampir seluruh pembuktian ku terasa kosong
Aku tak menyerah dan aku tak mau mengalah
Akan ku buktikan bahwa aku yang terbaik

Tapi pak, bisakah kau sampaikan pada Sang Ilahi
Karena ku tau kau sedang di alam-Nya
Sampaikan kepada Penguasa Mahluk
Aku ingin melaksanakan tugas ku saat ini
Beri aku ketenangan dalam menjalaninya
Mungkin tidak penuh
Delapan puluh persen berharap cukup

Terimakasih pak, semoga kau tenang disana
Dan semoga doa ku menjadi cahaya penerang

Wednesday, November 8, 2023

Perencanaan Terhambat Tuntutan

Hampir sering saya melihat, sudah berapa banyak orang yang keluar atau bebas dari dalam sini menghadapi kesulitan, dari mulai berkreasi atau mengambil keputusan, walau sudah mematangkan perencanaan atau hanya sekedar meyakinkan diri, sampai ada yang berkata "ah janji buih".

Ada salah satu kawan yang sudah merasakan kebebasan mengalami hal tersebut, adalagi kawan yang lain, tidak merasakan kendalan tersebut namun tetap sulit berkembang, saya di sini mencoba menganalisis apa penyebab dari hal tersebut, berikut analisis pribadi saya, jika tak sepakat anda boleh membantah, baik di kolom komentar atau hubungi secara pribadi.

1. Kurangnya pengetahuan, ilmu sangat penting untuk ketika melangkah, semakin anda mengetahui anda akan semakin berani melangkah. Ada berbagai cara meraih pengetahuan tersebut yaitu dengan cara, berguru kepada orang yang menguasai, membaca buku cetak atau membaca melalui mesin pencari online dan mencoba mengenali diri sendiri lalu buat perencanaan dengan baik mungkin.

2. Besarnya tuntutan, ketika bebas banyak sekali tuntutan yang harus dihadapi, seperti kita ketahui, masuk ke dalam adalah hal yang memalukan, omongan para tetangga, saudara bahkan keluarga kandung kita tidak terlalu percaya bahwa kita mampu bangkit. Tapi hei... memang begitu fungsinya orang sekitar, menilai tanpa mengetahui apa yang harusnya diperbuat, namun beberapa hal tersebut seharusnya bisa disiasati. Bagi saya pribadi tidak usah mendengarkan kata orang lain, karena kita berbeda dengan mereka, kita yang mengerjakan sedangkan mereka hanya menilai, hampir rata-rata komentator tidak pernah turun ke medan pertempuran, asalkan nomor 1 tadi kita sudah pegang, maka melangkahlah dengan yakin dan kepala tegak.

Hampir sering saya berkomentar kepada mereka tentang hal tersebut, lalu apa jawaban mereka? Ini yang aga sedikit membuat saya bingung mendengarkan jawaban "lu di dalem, lu ga ngerti apa yang gw jalanin dan apa yang gw hadapin, lu nanti bakalan ngerasa pusing juga ketika di luar nanti". Kadang saya pun menantang balik, "klo gw dah bebas, gw balapan" begitu yakinnya saya, tapi apakah saya benar-benar bisa melakukannya?.
Saya akan menjabarkan kenapa saya berani mengatakan hal tersebut. Saya dilahirkan bukan dari keluarga yang wah, biasa-biasa saja, sebelum mulai bisnis hampir sering saya tidak memakai metode nomor 1 di atas, saya lebih sering tempur langsung, kenekatan saya yang akhirnya saya banyak belajar, namun ketika saya saya terlalu menikmati saya terlena dan tidak mempelajarinya.
Tulisan ini sebagai pengingat, bahwa saya atau siapa pun anda yang sudah membaca dan berasal dari dalam buih, teruslah belajar dan mempraktekkan, ketika anda tidak yakin makan bertanyalah kepada orang yang lebih mengerti.
Salam Waras

Thursday, November 2, 2023

Bagaimana

Bagaimana caranya tertawa dalam keadaan lapar? "Gw pernah dan sering, dinikmati aja, kan ga bisa ngapa ngapain juga". Bagaimana caranya tetap fokus memberikan ilmu padahal pikiran sedang kalut? "Gw juga sering ngalamin kaya gitu, tapi berbagi ilmu kayanya lebih penting dari pada pikiran duniawi gw". Bagaimana caranya menutupi kesedihan dikala ramai hanya agar mereka tak menjadi pura-pura mengerti keadaan? "Ini sesekali ngerasain, tunggu gelap lalu dekap wajah ke bantal, dengarkan musik lalu menangislah tanpa suara, biar air mata yang berbicara".
Kali ini gw buka dengan bahasa chat di WA yang tanpa EYD atau mungkin tanpa peraturan penulisan atau mungkin juga tulisan gw sebelumnya juga selalu nabrak aturan penulis, gw cuma pengen menulis atau mengetik jadi mudah tanpa aturan, karena rencananya gw mau nulis tentang beberapa istilah di dalam, tapi karena males bongkar catetan, jadi yang ada dipikiran aja dulu dikeluarin.
Paragraf pertama gw sedikit jelasin apa yang gw alami di sini, bukan karena gw nyari simpati atau rasa iba dari pembaca, gw cuma pengen ini dijadiin pelajaran berharga buat gw, karena dengan menulis gw bisa selalu mengingat.
Mata gw mulai ngantuk, sampe ga bisa mikir nulis kalimat apalagi atau cerita apa lagi 😁. Kita sudahi dulu cerita sampai judul berikutnya turun.

Ditinggal atau meninggalkan

Ada yang ditinggal bapaknya Ada yang ditinggal Ibunya Ada yang ditinggal kandungnya Ada yang ditinggal saudaranya Ada juga yang ditinggal ka...