Wednesday, February 19, 2020

Ingin Punya Usaha Tapi Terkendala Modal

Seringkali kita temui berbagai macam keluhan dalam usaha, di antaranya adalah :
1. Punya Modal tapi belum tau mau usaha apa
2. Punya usaha dagang ini dan itu tapi tidak ada modal
3. Kepengen usaha tapi belum tau mau usaha apa
4. Niat banget jadi pengusaha tapi ga tau modal dari mana, usahanya apa?
dan mungkin masih banyak pertanyaan lainnya yang timbul ketika ingin melangkah selanjutnya untuk mempunya usaha.

Namun pada dasarnya hal tersebut dapat kita minimalisir, dan bukan hanya itu saja yang paling penting untuk kita pikirkan, tapi strategi marketing juga kita perlu pikirkan secara seksama, itulah yang menyebabkan banyak perusahaan startup atau sejenisnya melakukan strategi bakar uang, promosi besar-besaran melalui berbagai macam media baik online mau pun offline.

Kembali ke permasalahan awal yang berkutat pada modal, jenis usaha, dll. sekarang mari kita bahas beberapa hal tersebut, saya pribadi akan menjelaskan secara simple saja tentang permasalahan tersebut, bagaimana, jikalau, andaikata, apabila, seumpama, hal tersebut kita gabung menjadi satu, "loh ... loh ... loh .... ko malah digabung? bukannya malah jadi ribet bin riweh?", stop thingking riweh and ribet, ya betul hal tersebut akan menjadi sangat ribet plus riweh, kalau semua anda pikirkan sendiri, tapi bagaimana jika hal tersebut kita bagi, "bagaimana membaginya?. begini lohhh.... paragraf selanjutnya ya, di sini dah penuh.

Oke mari kita detailkan, anda sering bergaul atau bersilaturahmi? jika tidak maka ga usah dilanjut, langsung aja skip ke blog lainnya, bagi anda yang rajin bersilaturahmi yu lanjut dibaca.

Pasti ada di antara kawan anda yang punya kemauan usaha, dan juga pasti ada kawan anda yang kuat dalam hal keuangan, dan biasanya juga ada di antara kawan anda yang tidak kuat dalam hal keuangan dan juga tidak punya pikiran jenis usaha apa yang akan dilakukan, jika hal tersebut ada maka bekerjasamalah, karena itu adalah kuncinya.

"Jadi apa para pembaca kuncinya?" .... jreng jreng jreng, ya itu lah, silaturahmi dan bekerjasama lah.

eeittt, ternyata bukan hanya itu aja loh kendalanya, ada hal lain juga, "loh ko malah ada lagi?? kirain itu doank".

Ada yang membuat kendala selain silaturahmi dan bekerjasama yaitu menghilangkan sifat egois, jika anda ingin bekerja sama maka perlu adanya analisa jenis usaha, hitung secara seksama, baik dalam segi permodalan, target market, dan marketing.

Jika anda berada di kondisi yang punya jenis usaha maka anda juga tidak boleh egois bahwa jenis usaha andalah yang pasti akan berhasil, jika anda berada diposisi yang kuat dalam hal keuangan, janganlah terlalu egois hanya karena anda yang mempunyai uang anda lah yang berhak mengusai keuntungan terbesar, intinya kembali ke paragraf sebelumnya, analisa, hitung, siapa targetnya, lalu bagaimana strategi marketingnya.

"Ini kan main usaha kecil-kecilan kayanya ribed amat"
"ya emang kudu begitu jono, egois sih lu, makanya ga maju-maju"

tobe continue ke "Sampel Cerita Usaha Tanpa Modal"

Friday, December 20, 2019

Bergerak tapi Terasa Diam

Setahun sudah berlalu, namun kisah tak kunjung membaik, perjuangan setapak demi setapak sudah dilalui tapi masih belum merubah nasib, masih tetap dengan keadaan yang sama atau bisa dibilang makin memburuk, semakin banyak gw ciptain musuh, semakin menipis kepercayaan mereka bahwa gw bisa bangkit, karena pengajuan demi pengajuan selalu gagal.

Gw sadar, bahwa waktu itu seharusnya gw bisa bangkit, tapi gw terlalu menganggap remeh soal safty, gw terlalu yakin dengan pengajuan, mungkin karena respon yang dilontarkan oleh marketing, disitu gw lupa, bahwasannya kalimat yang keluar dari mulut tidak akan bisa dipercaya 100%, hanya kalimat dalam tulisan yang bisa dibuktikan keabsahannya. Mau bagaimana lagi, nasi sudah menjadi bubur dan waktu yang sudah berlalu ga bisa gw ulang lagi, penyesalan tinggal penyesalan dan gw harus tetap bertanggung jawab, dengan cara apa gw sendiri masih mencari tahu, tidak ada cara mudah, cara yang sulit pun masih belum terlihat, hanya janji-janji yang menghampiri.

Akibatnya gw juga bisa mengucap janji kepada mereka, namun kurun berjalannya waktu mereka pun akan kesal terhadap gw yang selalu mengumbar janji, gw ga punya jawaban apa-apa lagi selain mengeluarkan kalimat dari marketing, entah gw harus mulai dari mana untuk meniti karir, yang jelas gw harus tetap berusaha, demi masa depan keluarga gw dan demi mengembalikan kepercayaan yang sudah mulai terkikis.

Saat ini, inilah usaha yang gw sedang coba
https://www.tokopedia.com/budi83/kaos-cotton-combed-30s-lengan-pendek
https://www.olx.co.id/item/kaos-inspirasi-buat-para-pencari-nafkah-iid-765160575
- https://www.bukalapak.com/p/fashion-pria/kaos-165/2lieriu-jual-kaos-inspiratif-cotton-combed-30?from=product_owner&product_owner=normal_seller

Saudara, kawan, orangtua sudah hampir hilang kepercayaannya terhadap gw, sampai kapan? entah, gw akan tetap terus berusaha, sampai titik darah penghabisan, sampai maut mengambil nyawa gw, demi mereka yang pernah percaya sama gw.

semoga semua ini cepat berakhir, dan kebahagiaan menghampiri keluarga gw, Aamiin Ya Rabbal Alamiin

Ditinggal atau meninggalkan

Ada yang ditinggal bapaknya Ada yang ditinggal Ibunya Ada yang ditinggal kandungnya Ada yang ditinggal saudaranya Ada juga yang ditinggal ka...